Posted on Leave a comment

Semua Keinginan Bisa Diwujudkan, Asalkan Tahu Caranya

Bisakah manusia memiliki apapun yang diinginkan? Bagi orang yang memiliki pemahaman di bidang mind technology (olah pikir), jawaban dari pertanyaan itu adalah : bisa.

Pakar Mind Technology dari Quantum of Mind Indonesia, Agus EH, mengatakan manusia bisa memiliki apapun yang diinginkan, selama menerapkan rumus, Human Factor dikali God Factor = Have (memiliki).

Human Factor terdiri atas BE dikali DO.

BE adalah kondisi dimana manusia tidak memiliki mental block, lepas dari luka batin dan kesedihan, memiliki sikap tenang, yakin, percaya, doa, iman, pasrah, syukur, positif, manajemen emosi yang baik. Sedangkan DO adalah kerja, aktifitas atau kegiatan, pengetahuan, pengalaman dan keterampilan.

DO perlu dilakukan agar pikiran bawah sadar manusia menjadi yakin bahwa kita memang bebar-benar serius dengan yang kita impikan,” kata Agus EH di kantor Quantum of Mind Indonesia, di jalan Golo, Pandeyan, Yogya, Senin (27/9/2021) malam.

Sebagai contoh, bila seseorang ingin mendapat pasangan hidup, yang dilakukan adalah menetapkan kriteria pasangan ideal menurut yang bersangkutan, lalu kriteria pasangan ideal itu dimasukkan ke pikiran bawah sadar. Tidak berhenti di situ, orang tersebut perlu menstimulus atau menunjukkan pada pikiran bawah sadarnya bahwa dia serius dengan cara yang akan dilakukan. Misalnya bergabung dengan komunitas tertentu sehingga punya peluang untuk berkenalan dengan orang banyak, atau minta teman untuk mengenalkan pada seseorang yang masih jomblo juga, atau ikut aplikasi cari jodoh dan lain sebagainya. Dengan “DO” itu maka ia akan mendapatkan jodoh melalui proses yang sama sekali tidak disangka-sangka sebelumnya.

 

Tentukan Target dan Strategi

Ditambahkan oleh Agus, kehidupan manusia bisa diibaratkan seperti matrix yang memiliki rumusannya masing-masing. Sama halnya untuk “mendapatkan atau memiliki” kebahagian, kesuksesan dan keberlimpahan.

Agus menceritakan pengalamannya saat menerapi klien. Klien itu sering mengikuti berbagai workshop dan pelatihan, termasuk pelatihan hipnosis, dan aktif mempraktekkan apa yang dipelajari. Namun ia tetap saja mengalami kesulitan mencapai impiannya. Klien tersebut sudah berusaha selalu berfikir positif, melakukan visualisasi dan sensualisasi saat mau tidur, namun impiannya belum tercapai juga.

Saat ditanyakan pada klien, apa perasaannya setelah melakukan visualisasi dan sensualisasi setiap menjelang tidur? Klien tersebut mengatakan meski secara umum ia memperoleh ketenangan, namun juga ada perasaan tidak nyaman di hati atau di tubuhnya. Dan perasaan tidak nyaman itu sudah coba diatasi dengan teknik teknik yang diajarkan di workshop dan pelatihan yang pernah diikuti.

Dalam sesi konseling, diketahui kalau klien tersebut belum menentukan target yang jelas, terstruktur, terukur, dan belum memiliki strategi yang jelas untuk mencapai target pribadinya. Tanpa memiliki target dan strategi yang jelas dan terukur, sehingga dia tidak dapat mewujudkan impiannya. Untuk mencapai target mewujudkan impian dibutuhkan komponen yang lengkap. Dari komponen yang dijelaskan klien diatas ternyata ada yang kurang lengkap, yaitu tidak memiliki strategi yang jelas dan akibatnya dia tidak punya arah yang jelas.

Meskipun pikiran bawah sadar sudah dimasuki program namun tanpa ada aksi yang tepat, maka pikiran bawah sadar tidak akan jalan. Kita tetap perlu melakukan kerja, kita perlu menambah skill (kemampuan) yang mendukung pencapaian target. Ketika kita action (bergerak, kerja) dengan memiliki skill yang mendukung. Jika dilakukan maka hal itu akan menstimulus pikiran bawah sadar untuk aktif, dalam kata lain pikiran bawah sadar akan berpikir bahwa seseorang serius untuk mencapai impiannya.

Kuncinya, kata Agus EH, setelah BE Anda beres maka segera lakukan DO agar pikiran bawah sadar tahu bahwa Anda sangat serius. Dan jika Anda giat melakukan DO, maka pikiran bawah sadar Anda akan semakin giat untuk  “memiliki” impian Anda.”

Hal yang tidak kalah penting untuk dilakukan adalah  berdoa dan meminta pada Tuhan agar diberi kemampuan untuk mewujudkan impian tersebut.

Memahami pentingnya target dan strategi untuk mewujudkan impian bagi manusia, maka Quantum of Mind Indonesia akan menyelenggarakan webinar gratis tentang manajemen keuangan, bagaimana menata keuangan yang baik untuk mewujudkan keberlimpahan dan kebahagiaan. Workshop berjudul “Smart Spending to be Prosperity”. Bagaimana cara agar dengan semakin sering belanja malah tambah sejahtera, bagaimana uang pas-pasan tapi tetap bisa sejahtera. Semua akan dibahas di seminar ini.

Seminar ini akan diisi oleh Stella Maxda, sosok expert di bidang penataan keuangan, seorang Qualified Financial Educator, seseorang yang memiliki lisensi dalam dan luar negeri untuk menata keuangan.

Acara ini akan dilaksanakan pada Rabu, 29 September 2021, pukul 19.30. Bagi pembaca yang berminat, dapat mengklik tautan berikut https://bit.ly/SmartQoM.

Posted on Leave a comment

Mind Technology Nusantara#3: Kesaktian dalam Perspektif Mind Technology

Dalam khazanah olah pikir Nusantara dikenal terminologi “sakti”. Orang yang memiliki keilmuan lebih di bidang pengobatan dan olah pikir disebut orang sakti. Dan keilmuan yang dimiliki tsb diistilahkan dengan kesaktian.
Akar kata sakti-chakti memiliki beberapa makna diantaranya “kebijaksanaan tertinggi“. Dengan demikian orang sakti adalah orang yang memiliki kebijaksanaan tertinggi untuk kemanusiaan. Untuk memperoleh “kesaktian” melalui berbagai proses, terutama menyelaraskan diri dengan semesta. Pertanyaannya, apakah kesaktian itu berlaku hanya untuk orang tertentu, berlaku turun temurun, bersifat mistis?
Nah semua itu akan dikupas tuntas dalam Webinar QoM, dengan tema Mind Technology Nusantara#3

Hari/tgl : Jumat 17 Sept 2021
Jam : 19.30-22.00
Topic : Kesaktian Dalam Paradigma Nusantara
Narasumber :

  1. YM Tubagus Amri Wardana SH MH. (Sekretaris Lembaga Adat Zuriat Kesultanan Banten Panembahan Sorosowan)
  2. Dra Hj RA Yani WSS Koeswodidjojo (SEKJEN MAKN, Pengageng Kesultanan Sumenep).
Moderator : Edy Risdiyanto, CHt, CI.
Posted on Leave a comment

Kaya-Sukses dengan Kontrol Tubuh, Pikiran dan Jiwa

Kaya-Sukses dengan Kontrol Tubuh, Pikiran dan Jiwa
Kaya-Sukses dengan Kontrol Tubuh, Pikiran dan Jiwa

REALITAS kehidupan seseorang, 95% ditentukan oleh pikiran bawah sadar. Riset dari para ahli ilmu saraf, menyebutkan bahwa pikiran bawah sadar kita memiliki kekuatan 1000 – 5000 kali lebih kuat dibanding pikiran sadar kita.

Sebagai contoh, tahun 2006 Dr Masaru Emoto melakukan eksperimen untuk memverifikasi hipotesisnya mengenai kekuatan pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Masaru melakukan percobaan dengan mengisi tiga botol dengan air dan diberi beras dalam jumlah yang sama. Botol pertama diberi label tulisan ‘Cinta’. Botol kedua diberi label  tulisan ‘Ketidakpedulian’. Dan botol ketiga diberi label  tulisan ‘Benci’.

Setiap hari Dr Masaru Emoto memuji Botol berlabel ‘Cinta’. Dan  mengacuhkan botol kedua, yang berlabel ‘Ketidakpedulian’. Serta Selain selalu menghina botol ketiga dengan label ‘Benci’.

Setelah beberapa hari hasilnya, beras dalam botol berlabel ‘Cinta’ tetap utuh dan putih sempurna sama seperti saat baru dimasukkan beras itu ke dalam botol, sementara beras dalam botol kedua yang berlabel ‘Ketidakpedulian’ terlihat mulai membusuk, dan beras dalam botol ketiga berlabel ‘kebencian’ menjadi hitam dan busuk.

Eksperimen Dr Masaru itu telah dilakukan selama 10 tahun dan sudah dicoba oleh ribuan orang di rumah mereka. Hasilnya selalu sama seperti eksperimen yang dilakukan oleh Dr, Masaru Emoto. Para ilmuwan ilmu saraf banyak yang percaya bahwa pikiran sadar dan pikiran bawah sadar kita dapat bertindak dan terkoneksi dengan semua materi disekitarnya.

Saat seseorang mengatur ulang pikiran bawah sadarnya ke arah yang tepat, akan mendapatkan kontrol penuh atas tubuh, pikiran dan jiwa.

 

Kontrol Tubuh, Pikiran, Jiwa

Fungsi kontrol penuh atas body, mind and soul (tubuh, pikiran dan jiwa), akan membawa manusia kepada kesuksesan, kesehatan, cinta, keuangan dan kehidupan yang kita impikan jauh lebih mudah. Seseorang juga akan mengalami loncatan spiritual yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dengan memiliki kontrol penuh atas tubuh, pikiran dan jiwa membuat orang menjadi lebih tenang, percaya diri, berani gagal, tidak takut salah, merasa bahagia, dan merasa dapat melakukan apapun tanpa ada keraguan.

Berbekal semua hal tersebut diatas akan membuat cita-cita dan impian kita akan mudah dicapai.

Memahami pentingnya kontrol atas tubuh, pikiran dan jiwa, maka Quantum of Mind Indonesia meluncurkan produk baru yaitu Audio QOM Tech.

Produk pertama yg akan muncul dari varian QOM Tech (Quantum of Mind Technology) adalah QoM Tech for Happiness and Abundance

Program ini akan Mengatur ulang pikiran sadar dan pikiran bawah sadar siapapun yang mengikuti program ini agar pikiran bawah sadarnya dapat menarik ke berkelimpahan rejeki, merasakan kehangatan Cinta, Kebahagian, Kedamaian,  Keuangan, Karir, Kesehatan dan loncatan spiritual.

Menurut Agus EH, kepala bidang riset dan pengembangan QoM Indonesia, produk baru ini merupakan sebuah program Audio yang didasari dari Ilmu Fisika Quantum, Ilmu Saraf dan SI-Tech (Silent Inception Technology).

“QOM Tech adalah program audio yang telah diramu secara khusus oleh tim QOM berdasarkan pendekatan ilmu saraf, ilmu fisika quantum dan SI-Tech (Silent Inception Technology) yang dapat membantu orang-orang untuk mensetting ulang pikiran bawah sadar seseorang,” kata Agus di kantor QoM di bilangan Golo, Pandeyan, Yogya, Senin (13/9/2021).

Menurutnya, Quantum of Mind Indonesia membuat formulasi dalam bentuk panduan mendengarkan audio untuk menjalani tahapan demi tahapan program QOM Tech for Happiness and Abundance.

Dengan mengikuti panduan tersebut selama 45 hari berturut-turut, maka pikiran bawah sadar akan ditata ulang secara otomatis agar mampu mewujudkan kebahagiaan,  ketentraman,  cinta, kekayaan dan kedamaian dalam hidup.

Untuk memiliki program QoM Tech, pembaca bisa menghubungi admin QoM di no 085713596000

Posted on Leave a comment

Kepercayaan dan Keyakinan Belum Tentu Benar

Quantum of Mind Gallery 4
Oleh : Agus Eko H

Sahabat semua, hari ini ada kabar duka bahwa salah seorang sahabat saya yang kebetulan jadi kepala rumah sakit swasta di Provinsi X, meninggal dunia setelah terpapar Covid-19.

Bulan Mei – Juni kami sangat sering berkomunikasi via telepun atau WA, kami juga hampir tiap minggu ketemuan. Banyak hal yang kami bicarakan tentang teknologi pikiran, neuroscience, secret code (rahasia kode nama & waktu lahir seseorang), supernatural, silva method, jessica method, ho’oponopono, blue energy, SBMS Method sampai dengan hal-hal yang sifatnya spiritual.

Hampir setiap pertemuan kami diskusi dengan menyertakan bukti-bukti yang kami miliki. Bahkan kami hampir tiap hari diskusi juga via telepun jika diskusi kami belum kelar saat pertemuan tatap muka.

Sampai pada saat ketemu dan kami membahas tentang yang namanya secret code. Waktu bahasan semakin panas, dimana saya memperlihatkan daftar nama orang-orang yang terkenal, dan melihat ending code sahabat saya ini terkejut. Sampai dia meminta saya untuk menghitungkan kode dia. Saat saya hitungkan semua, saya terkejut melihat hasilnya. Maaf hasilnya saya sensor ya ….

Saat itu saya beritahukan hasilnya ke sahabat saya ini. Dia mengatakan, “Ga papa Mas, tenang aja karena saya dilindungi langsung oleh (dia menyebut nama 4 orang wali). Itu ga mungkin terjadi pada saya.”

Mendengar itu saya meminta untuk dia melakukan SDI (Scanning Diagnostic Image). Ini alat untuk melihat frekuensi gelombang yang terpancar dan terhubung pada seseorang. Dengan alat itu kita bisa mengetahui banyak hal, yaitu tentang Body, Mind, Soul dan Supernatural secara presisi.

Nah, saat saya ukur dengan SDI saya tidak menemukan frekuensi supernatural. Yang saya temukan gelombang visual auditori halusinasi. Disini saya terkejut. Saya berusaha memberi pengertian dia, namun kepercayaan dan keyakinannya sudah sangat kuat atas hal itu.

Saya katakan saat itu, “Ya sudah kamu dengarkan SI-Tech ini tiap 3 hari sekali, dan minum air panas kasih garam / 3 hari.”

Dia malah mengatakan kepada saya seperti ini, “Mas dari hasil kode dan SDI saya, disebut saya ga bertahan lama, yaitu maksimal dengan frekuensi dan kerusakan kode itu maksimal bulan Juli 2021. Nah ini Para Eyang yang jaga saya bilang, bahwa itu tidak akan terjadi, dan saya percaya apa kata Para Eyang dan Tuhan,” kata dia saat itu.

Mendengar itu saya semakin galau, bingung mau ngasih taunya gimana. Sampai saya katakan kepada dia, “Misalkan kamu dapat serangan jantung mendadak, kamu dibawa ke RS atau ke Para Eyangmu dan Tuhan?”

Dia jawab, “Ya ga mungkin saya kena serangan jantung Mas, karena saya sudah dijamin.”

Mendengar ini saya tambah pusing. Kebetulah temen saya ini Katholik. Lalu saya berkata, “Ingat ga saat Iblis meminta Yesus untuk loncat dari bukit yang tinggi, saat itu Iblis berkata, “Coba kalau kamu anak Tuhan jatuhkan dirimu ke bawah bukit itu, maka malaikat Tuhan akan menyelamatkanmu.”
Mendengar itu Yesus berkata, “Jangan pernah kamu mencobain Tuhan Bapa di surga.”

Sahabat semua, Ilmu pengetahuan itu adalah salah satu ayat Tuhan. Kita tidak bisa memisahkan ilmu pengetahuan itu dengan Tuhan.

Ingat Ilmu tanpa iman sombong, iman tanpa ilmu bodoh.

Sahabat semua, meninggalnya sahabat ini membuat saya terpukul. Beberapa hari ini saya drop karena hal tersebut.

Kita ga bisa mengatakan bahwa dia meninggal karena kehendak Tuhan, tidak bisa. Kenapa tdk bisa? Karena dia meyakini dan mempercayai bahwa dengan dijaga Para Eyang dia selamat.

Tiga hari sebelumnya saya telepun dia buat ingatin agar kurangi aktivitas dan minum air garam panas. Tapi dia kekeh ga mau. Dan akhirnya kemarin saya dapat kabar dia meninggal dunia. Semoga beliau dapat tempat yang layak di sisi Tuhan yang Maha Esa. Amin.

Sahabat semua, cerita ini sengaja saya tulis untuk mengingatkan siapa saja yang mau diingatkan, bahwa kepercayaan dan keyakinan itu belum tentu benar. Yang benar adalah kenyataan.

Ingat dengan kita belajar ilmu pengetahuan, sebenarnya akan lebih menyadarkan diri bahwa Tuhan itu luar biasa. Bukan malah menjauhkan dari Tuhan.

Banyak kepercayaan dan keyakinan dalam diri kita yang tersimpan di PBS, yang tentu ada yang benar ada yang salah. Yang salah membuat kesengsaraan dan penderitaan, sedang yang benar akan membuat Anda sukses dan bahagia.

Koreksi kembali kepercayaan dan keyakinan dalam PBS Anda. Ojo ngeyel, nalar dipakai, hati dipakai, bukan dibesarkan salah satunya aja.

Monggo sebagai renungan bersama untuk mengevaluasi belief-belief yang mungkin masih kurang tepat di dalam diri kita semua.

Mohon doanya untuk Beliau agar dapat tempat yang baik di sisi Tuhan. Dan mohon doanya buat saya agar bisa menjalani kehidupan ini dengan tepat.

Terimakasih sahabat semua. Semoga bermanfaat tulisan ini. Salam hangat (AEH)

NOTE : yang parah sampai sudah pakai fentilator itu istri dan 3 orang anaknya. Dan yang menjalankan apa yang saya sarankan itu malah istri dan 3 anaknya. Dan anak istrinya sudah sehat saat ini.

Posted on Leave a comment

Hipnosis dan Hipnoanalisis

Quantum of Mind Gallery 35

Oleh : Agus Eko H

Apa itu Hipnosis ?

Hipnosis adalah state spesial dari kesadaran dimana yang kemampuan tertentu manusia normal dipertinggi sementara orang lain memudar ke dalam latar belakang. Tahukah Anda sekitar 90 % dari populasi mempunyai kemampuan untuk masuk ke state hipnotik. Hipnosis dapat dikombinasi dengan beberapa jenis terapi : tipe terapi pendukung, modifikasi perilaku, terapi dinamis, dll. Jika dikombinasi dengan tipe terapi dinamis, seperti metode psikoanalitik ini dinamakan hipnoterapi dinamis atau hipnoanalisis; jika dikombinasi dengan terapi lain ini disebut hipnoterapi.

Hipnosis sendiri tidak disebut terapi meskipun relaksasi yang terjadi di sini dapat memberikan satu keuntungan tersendiri. Hipnosis sebagai satu state perubahan dari kesadaran satu menuju kesadaran berikutnya.

Hipnosis dan Perhatian (konsentrasi)

Hipnosis adalah kemampuan menggunakan perhatian untuk mempengaruhi fenomena karakteristik dari pengalaman dan perilaku hipnotik. Dalam praktek Clinical Hypnosis perhatian memainkan peran penting dalam induksi, deepening dan pemanfaatan dari hipnosis.

Beberapa alasan percaya bahwa fokus dengan sangat baik dapat meningkatkan efisiensi dari informasi perceptual yang diikuti sebagai contoh subyek dengan sugeatibilitas yang tinggi akan memperlihatkan kecepatan proses informasi yang lebih daripada yang tidak sugestif (Ingram, Saccuzzo, McNeil & McDonald, 1979).

Subyek yang terhipnosis terlihat mempunyai kemudahan waktu dalam memutuskan gangguan yang disebabkan oleh rangsangan keduanya baik dari luar atau dari dalam; dan sedikit diganggu oleh intrusi internal (pemikiran atau mimpi) ketika konsentrasi (Van Nuys, 1976). Hipnosis melibatkan kemampuan untuk memutuskan gangguan meskipun subyek tidak sadar sepenuhnya bagaimana mereka melakukan ini. (As, 1962a).

Ada 2 tipe kemampuan perhatian (attention) yang terekam selama hipnosis (Fromm el at al., 1981; Krippner & Bindler, 1974). Perlu diperhatikan yang pertama adalah, bahwa dalam meningkatkan selektif fokus attention biasanya melibatkan konsentrasi yang lain dengan cara mempertimbangkan pengganggu.

Kedua (Attention skill) yaitu untuk meningkatkan attention expansiveness yang berhubungan dengan penyerapan isi dari aliran pikiran sadar. Ini berfungsi untuk mendapat akses ke pengalaman internal untuk digambarkan, diingat dan dirasakan (Bowers & Bowers, 1972; Fromm, 1977; Fromm et al., 1981) .

Selektif attention berguna dalam teori strategi yang diperlukan untuk memecahkan masalah dan mengubah simpton dan perilaku yang muncul selama hipnosis.

Fokus dan pemahaman seorang hipnoterapis sangatlah penting dalam praktek hipnosis karena memegang peranan dalam mengubah keduanya yaitu isi dan struktur dan pengalaman yang ada di bawah sadar seorang klien.

Hipnosis dan Relaksasi

Hipnosis biasanya dihubungkan dengan relaksasi. Kebanyakan induksi hipnotik sederhana, sugesti langsung (direct suggestion) untuk relaksasi contoh: Anda menjadi semakin relaks. Beberapa sugesti hipnotik menggunakan protokol yang rinci untuk mendapatkan suatu kondisi profound dalam relaksasi yang dalam.

Yang paling umum adalah sugesti yang secara berurutan dan relaksasi kelompok otot utama dari tubuh (Jacobson, 1938) . Sugesti yang lain yakni sugesti dengan membayangkan gelombang relaksasi ke seluruh tubuh, membawa relaksasi ke tiap bagian dan mendorong keluar ketegangan. Selama induksi, orang tersebut dapat melaporkan beberapa pergeseran dalam kesadaran fisik seperti tubuh sedang mengatasinya sendiri.

Pemilihan induksi yang tepat menentukan hasil terapi yang dilakukan. Jika seorang hipnoterapis belum mampu memahami induksi yang dipakai maka proses berikutnya akan mengalami kendala. (Agus EH, 2010).

Sugesti untuk mempertahankan suatu kondisi istirahat, tenang dari pikiran selama diinduksi dan deepening sering menyertai sugesti untuk membuat tubuh relaksasi lebih dalam. Aliran kesadaran tidak lagi berubah dengan sendirinya sebagai suatu perubahan konstan dan proses yang membingungkan (James, 1961) tapi terbentang dimana perbedaan pikiran, gambar, sensasi tubuh, ingatan dan perasaan terlihat sebagai suatu jalur yang dapat dikenal secara jelas.

Perasaan subyektif dari relaksasi yang dalam tidak selalu berarti relaksasi fisiologis (Shor, 1979). Hipnosis tidak selalu menghasilkan efek fisiologis (Benson, 1975) yang disebut dengan respon relaksasi. Relaksasi fisiologis menyebabkan penurunan dalam tonus otot, laju pernapasan akan melambat, peningkatan dalam resistensi kulit, peningkatan sinkronisasi gelombang otak dan menyatu dan berbagai perubahan pada pembuluh darah jantung dan pencernaan.

Perubahan sedikit dari kata dalam sugesti hipnotik dapat memperngaruhi variabel fisiologis. Kata atau frasa seperti relaks, mengantuk, fokus pada napas, fokus perhatian anda, mempunyai hubungan fisiologis yang unik. Inilah keunikan bawah sadar, bisa dibayangkan saat seorang hipnoterapis tidak memahami permasalah klien dan salah dalam semantik kalimat akan sangat membahayakan dan merugikan klien.

Kompetensi seorang hipnoterapis wajib dimiliki, kompetensi tidak hanya terbatas legal formal saja, melainkan pemahaman teori dengan benar, pemahaman permasalahan klien harus tepat dan memiliki protokol klinis yang tepat, serta pengawasan yang ketat dari lembaga yang memberikan serrifikat. Karena banyak dilapangan orang dengan legal formal bagus namun tidak memiliki kemampuan dan pemahaman yang tepat saat melakukan tindakan terapi.

Hipnosis juga sering dihubungkan dengan perubahan dari kondisi waking. Berdasarkan sejarah, hipnosis telah dipandang sebagai kondisi yang berhubungan dengan tidur. Beberapa hipnotis mensugesti tidur atau mengantuk dalam induksi mereka. Orang yang terhipnosis, sering tapi tidak selalu secara spontan melaporkan perasaan mengantuk diikuti suatu induksi hipnotik. Hipnosis dapat relaks atau terbangun tergantung pada kata-kata dari induksi hipnotik dan harapan dari subyek.

Mengubah Pengamatan Selama Trance

Pada kondisi normal waking state, kita secara aktif menjaga suatu orientasi nyata di sekeliling kita. Sebenarnya orientasi nyata kita tidak sadar sepenuhnya contoh seorang mengendarai mobil pada dua jalur, dan saat ini kita sadar pada garis putus dan tidak putus. Pada suatu waktu, pengemudi ini bisa secara total tidak sadar bahkan jika ia sudah berada di luar jalur. Mengapa ? Karena dia mempunyai sebuah referensi kerangka acuan yang baik bagi dia untuk jalan itu. Kerangka ini yang dinamakan “Generalized Reality Orientation” (GRO).

Subyek hipnotik yang baik dapat melepaskan GRO mereka. Selama trance, satu persepsi nyata yang diubah. Mereka yang terhipnosis biasanya kurang kesadaran atau kemampuan reaksi pada lingkungan sekitar. Mereka cenderung kurang perhatian terhadap rincian gambar atau suara dari luar (Graham & Evan, 1977). Pada deep trance, kebanyak subyek lupa dengan sekitarnya, Mereka, sebagai gantinya, diasyikkan dengan atau diserap dalam imajinasi mereka sendiri dan dalam keadaan diberi sugesti. Imajinasi dan pemberian sugesti menjadi suatu kenyataan untuk mereka pada kondisi trance.

Mekanisme saat masuk dinegatif halusinasi yang sedang bekerja juga melibatkan sutau penghambatan. Contoh suatu negatif halusinasi adalah hypnotic deafness (ketulian). Hypnotic deafness berbeda dengan organic deafness : subyek yang mengalami hypnotic deafnessorganic deafness tidak (Malmo, Boat & Raginsky, 1954a).

Hypnoptic deafness terlihat melibatkan suatu penghambatan dari pengalaman secara sadar dari suara itu ketika secara sadar atau tidak sadar sensor informasi ini masih ada. Contoh lain hypnotic analgesia. bereaksi terhadap nada tinggi dengan meningkatkan potensi otot sedangkan tubuh tetap tidak merasakan apapun juga.

Organisasi dari pengalaman saat dalam kondisi trance : Distorsi waktu dan waktu sedikit sekali

Pada kondisi trance, informasi akan diproses dengan cara yang berbeda dengan saat kondisi sadar. Sedikit informasi diproses per unit waktu daripada ko-ulang. Mereka yang terhipnosis memproses informasi dengan mengurangi dan menambahkan. (Bowers & Brenneman, 1979).

Mereka yang terhipnosis pada kondisi yang sangat dalam memproses informasi lebih cepat dibanding dengan mereka yang berada pada kondisi yang tidak dalam (Ingram et. al., 1979). Subyek yang terhipnosis memiliki akurasi waktu yang tidak baik dibanding dengan kondisi sadar.

Kadang mereka menetapkan waktu kurang dan kadang terlalu berlebihan dan mereka menetapkan waktu berdasarkan apa yang dikatakan hipnoterapis. Karena itu hipnoterapis yang melakukan terapi harus benar-benar memiliki kompetensi yang tinggi. Kompetensi tinggi bisa dicapai dengan kurikulum yang baik dan seleksi / tes yang benar-benar objektif. (AEH)

Posted on Leave a comment

Dapatkah Hipnoterapis Profesional Bantu Klien Diabetes? (Bag. 4/4)

Paulus Subiyanto Quantum of Mind

Oleh Paulus Subiyanto (dari David C. Grinstead, North Central University)

Nyeri adalah elemen umum penting lainnya yang harus juga dihadapi saat menangani pra-diabetes dan diabetes. Muncul pertanyaan : “mana yang lebih dulu di atasi diabetes, nyeri, atau depresi ?. Rasa sakit meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, rasa sakit secara pasti dapat menyebabkan perilaku manajemen diabetes yang kurang tepat. Perilaku ini mungkin termasuk makan berlebihan dan aktivitas lain yang memicu diabetes.

Dalam penelitian baru-baru ini yang melibatkan 993 pasien di sistem Perawatan Kesehatan Urusan Veteran di Michigan, Sarah Krein, PhD, RN, melihat satu kesimpulan kuat bahwa nyeri kronis adalah faktor penghambat utama dalam kinerja perilaku perawatan diri untuk meminimalkan komplikasi terkait diabetes (Hastings, More Ways).

Sama seperti banyak orang belajar untuk hidup dengan depresi, klien diabetes mungkin juga belajar untuk mengatasi rasa sakit mereka. Dan mungkin banyak yang hanya bertahan hidup dengan keduanya. Oleh karena itu, manajemen nyeri harus dipertimbangkan saat menangani diabetes. Rasa sakit dan depresi berjalan beriringan. Rasa sakit dapat dikelola secara efektif dengan hipnosis, sehingga membuat perbedaan besar dalam kehidupan sehari-hari dan prognosis jangka panjang klien dengan diabetes (Hastings, More Ways.)

Suatu area potensi rasa malu pribadi dan perasaan kecukupan yang dapat dibantu dengan hipnosis adalah disfungsi seksual. Hampir 60% penderita diabetes pria harus berurusan dengan impotensi. Menumbuhkan pengalaman ini adalah dua bidang yang menjadi perhatian :
(1) Stres yang berbahaya dan tidak perlu yang dapat terjadi antara penyandang diabetes dan pasangan hidupnya.
(2) Peluang seorang pria diabetes menggunakan obat peningkatan seksual yang berpotensi berbahaya (Hastings, 2005).
Sebagai alat untuk mengelola masalah seksual secara efektif, hipnosis telah digunakan sejak lama.

Hampir 50 tahun yang lalu, Erickson dan Kubie (1941) memberi gambaran kasus perdana tentang keberhasilan pengobatan Inhibited sexual desire (ISD) dengan hipnosis. Intervensi hipnotis dengan disfungsi seksual (Araoz, 1980, 1982; Crasilneck, 1979, 1982; Hammond, 1984b, 1985c; Zilbergeld & Hammond, 1988) tampaknya cukup menjanjikan dalam terapi seks. . . (Hammond, 1990, pg. 350).

Dengan mempelajari self-hypnosis, klien memperoleh rasa percaya diri, pengendalian diri dan mengurangi stres. Ketegangan mental dan fisik ditambah kelelahan fisik menurunkan kinerja seksual dan tingkat minat dan berhubungan seksual. Kemampuan yang dipelajari untuk mengubah mental dan fokus pada keterlibatan sensual memberikan kesempatan untuk aktivitas seksual yang lebih besar. Penggunaan imagenasi untuk meningkatkan gairah seksual sebelum aktifitas seksual adalah keuntungan lain dari self-hypnosis untuk diabetes.

Salah satu contoh hipnosis yang membantu penderita diabetes untuk mengubah kebutuhan insulin bahkan menghilangkan ketergantungan insulin, diilustrasikan dalam studi kasus yang ditemukan dalam buku, “Mind-Body Therapy,” oleh Ernest L.Rossi, PhD dan David B. Cheek, MD. “Seorang wanita diabetes berusia 33 tahun terlihat pada bulan keempat dan kehamilan ketiganya berkonsultasi dengan dua dokter yang merasa bahwa kehamilannya harus dihentikan karena toksemia parah dan dua episode diabetes serius yang terjadi pada kehamilan keduanya.

“Dr. Cheek kemudian mencatat bahwa: “Dengan harapan untuk memahami reaksi psikologisnya dengan lebih baik, saya berbicara dengan pasien dan suaminya tentang penggunaan hipnosis untuk membantu mengendalikan rasa sakit dan dengan demikian membantu mengendalikan kebutuhan insulinnya. Minat dan respons mereka baik.

Selama dua jam sesi, pasien dilatih untuk mencapai anestesi lengkap di perutnya. Dia diajarkan untuk bangun dari hipnosis jika perawat atau dokter harus memasuki kamarnya agar dia tidak memberikan kesan berbahaya berada dalam koma diabetik.

Terkesan dengan kemampuannya untuk menghasilkan anestesi, saat masuk ke rumah sakit dia diberikan 180 unit insulin sehari, menggunakan 60 unit seng protamin, dan memenuhi kebutuhannya dengan insulin Reguler. Respons terhadap operasi luar biasa. Dia mempertahankan suhu, nadi, dan pernapasan normal setelah histerektomi total dengan anestesi spinal. Gula darahnya tidak pernah melebihi 117 mg / 100 cc.

Meskipun dia makan di rumah sakit, dan diet dari hari operasi. Glikosuria 3-plus pada hari operasi turun menjadi nol pada hari kedua. Tidak ada insulin yang digunakan selama tinggal di rumah sakit. Selama 11 bulan berikutnya, dia hanya menggunakan dosis insulin sesekali selama periode stres emosional.” (Hasting, 1999).

Kesimpulannya, seorang hipnoterapis profesional yang terlatih dengan baik, bekerja di bawah arahan praktisi berlisensi, harus dimasukkan sebagai bagian dari tim perawatan kesehatan penderita diabetes. Sebagai motivator, pelatih, pemandu, dan konsultan manajemen stres, hipnoterapis profesional dapat memberikan manfaat besar bagi seseorang dengan diabetes. (PaS)

Posted on Leave a comment

Dapatkah Hipnoterapis Profesional Bantu Klien Diabetes? (Bag. 3/4)

Paulus Subiyanto Quantum of Mind
Oleh Paulus Subiyanto (dari David C. Grinstead, North Central University)

Olahraga yang tepat adalah penting dalam pengelolaan diabetes karena 95% penyandang diabates adalah DM Tipe 2. Sementara itu 90% dari mereka mengalami obesitas, dan kebutuhan akan motivasi menjadi sangat dibutuhkan. Olahraga berkontribusi besar pada kesejahteraan individu dan dalam menurunkan tingkat stres.

Ada banyak dokumen yang menunjukkan tentang penyandang diabetes tipe 2, bahwa olahraga dan kebiasaan makan yang tepat, dapat menurunkan berat badan yang signifikan (Hastings, 2005). Motivasi dan kemampuan dalam membuat pilihan makanan yang lebih baik adalah kebutuhan mutlak dalam pengelolaan kondisi diabetes yang tepat.

Keadaan emosional yang berat yang menyertai diabetes membuat penderita diabetes sulit melakukan seperti apa yang diperintahkan oleh dokter. Karena stres dan emosional yang menyakitkan sering dikaitkan dengan penyakit ini. Selanjutnya mereka lalu sering melakukan apa pun yang membuat mereka merasa lebih baik dengan segera. Dampaknya adalah mengkonsumsi terlalu banyak jenis makanan dan pengobatan tradisional yang tidak baik untuk penyandang diabetes. Penelitian menyarankan bahwa imagery mampu mengubah parameter imun spesifik, respons hormonal, dan migrasi sel imun.

Instrumen penilaian imagery telah digunakan untuk menilai dampak terapi untuk kanker, nyeri tulang belakang, dan diabetes, dan telah terbukti sangat akurat sebagai prediktor hasil terapi. Hasil yang dipublikasikan dari penelitian tentang mental imagery hampir secara seragam menyatakan positif menunjukkan banyak manfaat, termasuk secara signifikan mengurangi rasa sakit dan kecemasan, lama rawat di rumah sakit, penggunaan obat nyeri, dan efek samping pengobatan yang diberikan (Freeman & Lewis, 2001, hal. 265).

Hipnoterapis dapat memanfaatkan seluruh rangkaian imagery dengan memasukkan kata-kata, pikiran, dan perasaan positif yang mewakili semua kontrol diabetes secara langsung sebagai sugesti yang kuat meski agak berbeda dengan teknik visualisasi sederhana.

Rasionalisasi yang ditawarkan untuk menghindari makan berlebihan sangat sering dilakukan. Namun, faktor penyebab yang sebenarnya dari makan berlebihan adalah permusuhan atau tidak mau berdamai atau tidak mau bersahabat dengan diabetes yang dideritanya, kecemasan, rasa bersalah, mengasihani diri sendiri, menghukum diri sendiri dan depresi. Ini biasanya ditemukan sebagai kombinasi dan sering ditekan di tingkat kesadaran (Kroger, 1963,174). Konsekuensi jangka panjang dari makan yang tidak terkendali dapat menghancurkan dan membahayakan.

Amputasi adalah hasil yang terlalu umum karena banyak yang merupakan hasil dari kebiasaan makan yang sembarangan dan tidak terkendali. Ini adalah peristiwa yang menghancurkan dan hanya salah satu dari banyak komplikasi mengerikan yang diakibatkan oleh pola makan yang tidak tepat.

“Dengan menggunakan hipnosis, penyandang diabetes dapat mengubah motivasi batinnya, mengurangi keinginan makan yang tidak sehat, dan mengubah kebiasaan makan yang buruk. Pada saat yang sama, mereka benar-benar meningkatkan keinginan mereka untuk makan makananyang lebih sehat, dan mengembangkan kebiasaan makan yang lebih baik (Hastings, 1999). (Bersambung)

Posted on Leave a comment

Dapatkah Hipnoterapis Profesional Bantu Klien Diabetes? (Bag. 2/4)

Paulus Subiyanto Quantum of Mind
Oleh Paulus Subiyanto (dari David C. Grinstead, North Central University)

Pada abad ke-17, faktor emosional diakui terjadi pada klien diabetes “ketika Thomas Willis, menggambarkan rasa manis urin diabetes, dan mengatakan bahwa penyakit itu disebabkan oleh ‘kesedihan progresif’ (Kroger, 1963, hlm. 172).” Hubungan faktor-faktor psikologi atau mental dan bagaimana faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi atau mengganggu terapi atau secara langsung mempengaruhi penyakit ini adalah kenyataan yang telah lama diketahui oleh banyak peneliti.

Hipnosis sangat berguna bagi penderita diabetes karena respons relaksasi yang ditimbulkannya. Kontrol dan manajemen stres sangat penting dalam pengobatan diabetes yang efektif. Stres berdampak negatif pada seseorang dengan diabetes : meningkatnya tingkat stres penyandang diabetes, meningkatkan pula kadar gula darahnya. Ini terjadi karena respons ‘fight atau flight” yang dialami sebagai akibat dari stres negatif.

Ketika seseorang memasuki keadaan pikiran ini, tubuh mereka melepaskan bahan kimia yang dikenal sebagai ‘antagonis insulin’. Bahan kimia ini memblokir aksi insulin sekaligus menyebabkan pelepasan gula yang tersimpan di hati dan otot (Devin, 2005).

Hipnoterapis profesional adalah konsultan manajemen stres dan ini merupakan area penting dari manajemen penyakit di manamereka dapat memberi manfaat besar pada klien dengan diabetes. Saat kita stres, kadar hormon kortisol tubuh kita meningkat. Hormon dilepaskan oleh korteks adrenal, menyebabkan kadar gula darah tinggi. Namun, dengan hipnoterapi dan self-hypnosis, kadar kortisol dan kadar glukosa darah dapat menurun (Leighton, 2005, hlm. 2).

Jauh lebih banyak lagi yang dapat dilakukan pada penyandang diabetes daripada sekedar mempertahankan urin bebas dari gula melalui diet dan insulin. Sebuah apresiasi … serta pengakuan tentang cara mengatasi stres ini, memungkinkan jangkauan yang lebih luas bagi dokter dalam perawatan kondisi diabetes. Dalam kasus tertentu, penggunaan hipnoterapi dapat mengurangi jumlah insulin yang dibutuhkan untuk menjaga urin menjadi bebas dari gula … (Kroger, 1963, hal. 172).

Teknik reduksi stres bekerja pada penyandang diabetes karena penggunaan “Imagery” yang merupakan dasar pengobatan “Mind-Body-Spirit”. Dalam “hypnosis Imagery” klinis dan medis adalah elemen penting dan pengaktif. Hal yang sama berlaku untuk guided Imagery, terapi relaksasi, meditasi, visualisasi kreatif, relaksasi progresif, dan biofeedback.

Hypnosis Imagery adalah proses berpikir dengan memanggil dan menggunakan indera, baik penglihatan, suara, penciuman, dan rasa, indra gerakan, posisi, dan sentuhan. Imagery ini dapat menghasilkan perubahan fisiologis, biokimia tubuh.

Kadang-kadang dalam memenuhi kebutuhan klien diabetes adalah memberikan hypno-motivation untuk membuat perubahan gaya hidup sehat, seperti : memperbaiki kebiasaan makan, menurunkan berat badan, memulai program olahraga, meningkatkan kebiasaan pemantauan glukosa darah, atau mengurangi stres.

Namun, agar hipnoterapi menjadi efektif, keinginan untuk berubah harus ada dalam diri mereka. “Orang yang menjalani hipnoterapi mengharapkan keajaiban, namun jika tidak ada komitmen untuk berubah mungkin akan mengalami kekecewaan (Leighton, 2005, pg 2).” (Bersambung)

Posted on Leave a comment

Dapatkah Hipnoterapis Profesional Bantu Klien Diabetes? (Bag. 1/4)

Oleh: Paulus Subiyanto (dari David C. Grinstead, North Central University)

Pengantar
Hipnotis profesional adalah seorang motivator, pelatih, pemandu, dan konsultan manajemen stres yang dapat membantu klien diabetes dengan mengajarkan teknik yang memungkinkan klien menggunakan kemampuan alaminya untuk secara positif mengubah cara dia berpikir, merasa atau berperilaku sehubungan dengan kondisi diabetes.

Bekerja di bawah arahan praktisi berlisensi, hipnoterapis dapat mengedukasi klien membuat perubahan positif melalui penggunaan pelatihan motivasi dan self-hypnosis yang dikombinasikan dengan visualisasi dan imajinasi kreatif terkait sugesti positif dan gaya hidup sehat.

Dapatkah Ahli Hipnotis Profesional Membantu Klien Diabetes?

Diabetes bukanlah penyakit yang berdiri sendiri. Ada banyak faktor yang sering memperburuk gejala dan mempercepat perkembangan diabetes. Ini sangat serius sehingga diabetes dianggap sebagai epidemi di seluruh dunia. Diabetes yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan penyakit lain seperti kebutaan, penyakit ginjal, impotensi (Hastings, 2005), penyakit jantung, stroke, amputasi, kerusakan saraf, dan kematian (NCHealth Smart, Juni 2004).

Terkadang klien yang diberitahu oleh dokter bahwa mereka bahwa mengalami Gangguan Toleransi Glukosa (IGT). Artinya, meski belum sepenuhnya mengidap diabetes, ada beberapa masalah dalam pengolahan gula darah mereka.

Selain tim medis yang memberikan panduan agar terhindar dari diabetes, umumnya mereka harus menunggu sampai pasien kembali untuk pengobatan diabetes. Faktor utama yang berkontribusi pada situasi ini adalah bahwa orang dengan IGT umumnya memiliki karakteristik standar ini: kelebihan berat badan, stres, kebiasaan makan yang buruk, tingkat olahraga yang rendah, dan kurangnya motivasi untuk berubah (Hastings, More way).

Masalah psikologi atau mental menjadi perhatian utama ketika berhadapan dengan kondisi diabetes. Faktor-faktor seperti ketakutan, kecemasan, dan stres memiliki pengaruh besar pada gejala dan perkembangan penyakit. (bersambung)

Posted on Leave a comment

Apa Sebenarnya Hipnosis, Hipnotis, Hipnoterapi

Agus Eko H - QuantumofMind

Beberapa pandangan yang salah tentang Hipnosis, yang beredar di masyarakat, antara lain, hipnosis adalah praktek supranatural atau klenik, hipnosis sama dengan gendam atau kejahatan, hipnosis adalah penguasaan pikiran, hipnosis adalah ilmu sesat yang menggunakan kekuatan mahluk halus, hipnosis adalah sama dengan tidur dan kalau di hypnosis itu tidak sadar.

Apakah hipnosis seperti itu? Tentu tidak. Pandangan yang salah tentunya akan sangat merugikan masyarakat. Masyarakat yang tidak mengerti hipnosis yang sebenarnya akan menutup diri dan menolak mempelajari hipnosis, dan tentunya tidak akan bisa mendapatkan manfaat luar biasa dari praktek hipnosis.

Kondisi hipnosis sebenarnya identik dengan gelombang otak alfa dan theta. Gelombang alfa berada pada kisaran 8 – 12 Hz dan theta pada 4 – 8 Hz. Saat seseorang berada dalam kondisi trance maka kisaran gelombang otaknya pasti berada di antara alfa dan theta.

Setiap orang dalam satu hari minimal pasti berada dalam kisaran gelombang ini, yaitu saat mau tidur dan saat baru bangun tidur. Secara alamiah saat kita mau tidur gelombang otak akan turun dari beta, ke alfa, ke theta, dan akhirnya di delta (tidur pulas tanpa mimpi). Demikian pula sebaliknya. Saat kita bangun tidur maka gelombang otak akan naik dari delta, ke theta, ke alfa, dan akhirnya di beta atau sadar penuh.

Anda pasti pernah nonton sinetron, bukan? Saat adegan sinetron sedang seru-serunya anda pasti merasa tubuh anda menjadi tegang, napas berubah, dan jantung anda berdebar lebih kencang. Mengapa? Bukankah anda tahu bahwa apa yang sedang anda tonton bukanlah suatu kejadian nyata? Pikiran sadar anda tahu bahwa tayangan sinetron itu bukan sesuatu yang nyata. Namun pikiran bawah sadar anda menerima apa yang anda lihat dan alami sebagai suatu hal yang nyata.

Saat menonton sinetron, perhatian anda sangat terpusat pada apa yang sedang berlangsung di layar sehingga anda tidak mendengar suara-suara lain, misalnya dipanggil orang tua anda tapi tidak mendengar, atau suara handphone yang berbunyi. Pada saat ini anda sangat sadar dengan keberadaan diri anda yang sedang menonton sinetron. Semua sensasi perasaan bisa anda rasakan saat menonton tayangan itu, misalnya perasaan sedih, gembira, kecewa, marah, jengkel, atau bahagia, merupakan hasil dari kerja pikiran bawah sadar anda. Saat itu anda sebenarnya berada dalam kondisi hipnosis.

Pertanyaan sekarang adalah, apakah kita dikendalikan oleh sinetron yang kita tonton itu? Tentu saja tidak! Senetron itu tidak mengendalikan diri anda tetapi mengarahkan pikiran anda dengan alur ceritanya. Inilah sebenarnya yang dimaksud dengan keadaan hipnosis atau trance.

Berbeda dengan pemahaman kebanyakan orang, yang mengatakan bahwa saat dalam kondisi hipnosis atau trance kesadaran seseorang sangat lemah, saat dalam kondisi trance level kesadaran seseorang justru meningkat sangat tinggi.

Definisi hipnosis yang dikeluarkan oleh US Dept. of Education, Human Services Division: “hypnosis is the by-pass of the critical factor of the conscious mind followed by the establishment acceptable selective thinking” atau “hipnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran selektif (sugesti).”

Apakah hipnosis hanya bisa untuk acara hiburan, seperti yang ditampilkan di Televisi? Tentu saja tidak. Berikut ini adalah jenis hipnosis dan manfaatnya:

  1. Stage Hypnosis.
    Stage hypnosis adalah hipnosis yang digunakan untuk pertunjukan hiburan.
  2. Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy.
    Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy adalah aplikasi hipnosis dalam menyembuhkan masalah mental dan fisik (psikosomatis). Aplikasi dalam pengobatan penyakit antara lain: depresi, kecemasan, phobia, stress, penyimpangan perilaku, mual dan muntah, melahirkan, penyakit kulit, dan masih banyak lagi.
  3. Anodyne Awareness.
    Anodyne Awareness adalah aplikasi hipnosis untuk mengurangi rasa sakit fisik dan kecemasan.
  4. Forensic Hypnosis.
    Forensic Hypnosis adalah penggunaan hipnosis sebagai alat bantu dalam melakukan investigasi atau penggalian informasi dari memori.
  5. Metaphysical Hypnosis.
    Metaphysical Hypnosis adalah aplikasi hipnosis dalam meneliti berbagai fenomena metafisik. Jenis hipnosis ini bersifat ekperimental.

Manusia mempunyai dua jenis pikiran yang bekerja secara simultan dan saling mempengaruhi, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Besarnya pengaruh pikiran sadar terhadap seluruh aspek kehidupan seseorang, misalnya sikap, kepribadian, perilaku, kebiasaan, cara pikir, dan kondisi mental seseorang hanya 12% (pembulatan 10%). Sedangkan besarnya pengaruh pikiran bawah sadar adalah 88% (dibulatkan 90%).

Dari sini dapat kita ketahui bahwa pikiran bawah sadar mengendalikan diri kita 9 kali lebih kuat dibandingkan pikiran sadar. Dan semua masalah yang berkaitan dengan emosi semua tersimpan di pikiran bawah sadar. Misal perasaan malas, tidak semangat, bisnis sering gagal dan emosi lainnya, semua tersimpan di pikiran bawah sadar. Disinilah sekeras apapun kita memotivasi seseorang anak, anak buah, tapi mereka tidak bisa mengikuti perintah atau nasehat kita karena kita selama ini hanya bermain di ranah pikiran sadar, yaitu 10% saja.

Adapun daftar permasalahan yang bisa diselesaikan dengan menggunakan hypnoterapi di antaranya:
• Phobia
• Trauma / luka batin
• Tidak percaya diri
• Gagap / kesulitan bicara
• Konflik diri ( inner conflict )
• Takut sukses
• Takut gagal
• Insomnia
• Malas
• Migraine
• Kecemasan
• Stres
• Depresi
• Sex Problem
• Kesulitan diet
• Pencapaian prestasi hidup rendah
• Tidak bisa berhasil walaupun telah mencoba segala cara
• Meningkatkan penghasilan secara signifikan
• Menemukan benda yang hilang
• Perilaku obsessive / complusive
• Meng-uninstal berbagai program negative dari masa kecil
• Meng-instal program baru yang mendukung keberhasilan hidup
• Motivasi / empowerment
• Kebiasaan buruk
• Weight management
• Kesulitan berhenti merokok / smoking cessation
• Berbagai penyakit psikomatis
• Takut berbicara di depan umum
• Tidak bergairah kerja
Dan masih banyak lagi. (AEH)