Dapatkah Hipnoterapis Profesional Bantu Klien Diabetes? (Bag. 1/4)

Oleh: Paulus Subiyanto (dari David C. Grinstead, North Central University)

Pengantar
Hipnotis profesional adalah seorang motivator, pelatih, pemandu, dan konsultan manajemen stres yang dapat membantu klien diabetes dengan mengajarkan teknik yang memungkinkan klien menggunakan kemampuan alaminya untuk secara positif mengubah cara dia berpikir, merasa atau berperilaku sehubungan dengan kondisi diabetes.

Bekerja di bawah arahan praktisi berlisensi, hipnoterapis dapat mengedukasi klien membuat perubahan positif melalui penggunaan pelatihan motivasi dan self-hypnosis yang dikombinasikan dengan visualisasi dan imajinasi kreatif terkait sugesti positif dan gaya hidup sehat.

Dapatkah Ahli Hipnotis Profesional Membantu Klien Diabetes?

Diabetes bukanlah penyakit yang berdiri sendiri. Ada banyak faktor yang sering memperburuk gejala dan mempercepat perkembangan diabetes. Ini sangat serius sehingga diabetes dianggap sebagai epidemi di seluruh dunia. Diabetes yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan penyakit lain seperti kebutaan, penyakit ginjal, impotensi (Hastings, 2005), penyakit jantung, stroke, amputasi, kerusakan saraf, dan kematian (NCHealth Smart, Juni 2004).

Terkadang klien yang diberitahu oleh dokter bahwa mereka bahwa mengalami Gangguan Toleransi Glukosa (IGT). Artinya, meski belum sepenuhnya mengidap diabetes, ada beberapa masalah dalam pengolahan gula darah mereka.

Selain tim medis yang memberikan panduan agar terhindar dari diabetes, umumnya mereka harus menunggu sampai pasien kembali untuk pengobatan diabetes. Faktor utama yang berkontribusi pada situasi ini adalah bahwa orang dengan IGT umumnya memiliki karakteristik standar ini: kelebihan berat badan, stres, kebiasaan makan yang buruk, tingkat olahraga yang rendah, dan kurangnya motivasi untuk berubah (Hastings, More way).

Masalah psikologi atau mental menjadi perhatian utama ketika berhadapan dengan kondisi diabetes. Faktor-faktor seperti ketakutan, kecemasan, dan stres memiliki pengaruh besar pada gejala dan perkembangan penyakit. (bersambung)

Leave a Reply