Dapatkah Hipnoterapis Profesional Bantu Klien Diabetes? (Bag. 2/4)

Paulus Subiyanto Quantum of Mind
Oleh Paulus Subiyanto (dari David C. Grinstead, North Central University)

Pada abad ke-17, faktor emosional diakui terjadi pada klien diabetes “ketika Thomas Willis, menggambarkan rasa manis urin diabetes, dan mengatakan bahwa penyakit itu disebabkan oleh ‘kesedihan progresif’ (Kroger, 1963, hlm. 172).” Hubungan faktor-faktor psikologi atau mental dan bagaimana faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi atau mengganggu terapi atau secara langsung mempengaruhi penyakit ini adalah kenyataan yang telah lama diketahui oleh banyak peneliti.

Hipnosis sangat berguna bagi penderita diabetes karena respons relaksasi yang ditimbulkannya. Kontrol dan manajemen stres sangat penting dalam pengobatan diabetes yang efektif. Stres berdampak negatif pada seseorang dengan diabetes : meningkatnya tingkat stres penyandang diabetes, meningkatkan pula kadar gula darahnya. Ini terjadi karena respons ‘fight atau flight” yang dialami sebagai akibat dari stres negatif.

Ketika seseorang memasuki keadaan pikiran ini, tubuh mereka melepaskan bahan kimia yang dikenal sebagai ‘antagonis insulin’. Bahan kimia ini memblokir aksi insulin sekaligus menyebabkan pelepasan gula yang tersimpan di hati dan otot (Devin, 2005).

Hipnoterapis profesional adalah konsultan manajemen stres dan ini merupakan area penting dari manajemen penyakit di manamereka dapat memberi manfaat besar pada klien dengan diabetes. Saat kita stres, kadar hormon kortisol tubuh kita meningkat. Hormon dilepaskan oleh korteks adrenal, menyebabkan kadar gula darah tinggi. Namun, dengan hipnoterapi dan self-hypnosis, kadar kortisol dan kadar glukosa darah dapat menurun (Leighton, 2005, hlm. 2).

Jauh lebih banyak lagi yang dapat dilakukan pada penyandang diabetes daripada sekedar mempertahankan urin bebas dari gula melalui diet dan insulin. Sebuah apresiasi … serta pengakuan tentang cara mengatasi stres ini, memungkinkan jangkauan yang lebih luas bagi dokter dalam perawatan kondisi diabetes. Dalam kasus tertentu, penggunaan hipnoterapi dapat mengurangi jumlah insulin yang dibutuhkan untuk menjaga urin menjadi bebas dari gula … (Kroger, 1963, hal. 172).

Teknik reduksi stres bekerja pada penyandang diabetes karena penggunaan “Imagery” yang merupakan dasar pengobatan “Mind-Body-Spirit”. Dalam “hypnosis Imagery” klinis dan medis adalah elemen penting dan pengaktif. Hal yang sama berlaku untuk guided Imagery, terapi relaksasi, meditasi, visualisasi kreatif, relaksasi progresif, dan biofeedback.

Hypnosis Imagery adalah proses berpikir dengan memanggil dan menggunakan indera, baik penglihatan, suara, penciuman, dan rasa, indra gerakan, posisi, dan sentuhan. Imagery ini dapat menghasilkan perubahan fisiologis, biokimia tubuh.

Kadang-kadang dalam memenuhi kebutuhan klien diabetes adalah memberikan hypno-motivation untuk membuat perubahan gaya hidup sehat, seperti : memperbaiki kebiasaan makan, menurunkan berat badan, memulai program olahraga, meningkatkan kebiasaan pemantauan glukosa darah, atau mengurangi stres.

Namun, agar hipnoterapi menjadi efektif, keinginan untuk berubah harus ada dalam diri mereka. “Orang yang menjalani hipnoterapi mengharapkan keajaiban, namun jika tidak ada komitmen untuk berubah mungkin akan mengalami kekecewaan (Leighton, 2005, pg 2).” (Bersambung)

Leave a Reply