Dapatkah Hipnoterapis Profesional Bantu Klien Diabetes? (Bag. 3/4)

Paulus Subiyanto Quantum of Mind
Oleh Paulus Subiyanto (dari David C. Grinstead, North Central University)

Olahraga yang tepat adalah penting dalam pengelolaan diabetes karena 95% penyandang diabates adalah DM Tipe 2. Sementara itu 90% dari mereka mengalami obesitas, dan kebutuhan akan motivasi menjadi sangat dibutuhkan. Olahraga berkontribusi besar pada kesejahteraan individu dan dalam menurunkan tingkat stres.

Ada banyak dokumen yang menunjukkan tentang penyandang diabetes tipe 2, bahwa olahraga dan kebiasaan makan yang tepat, dapat menurunkan berat badan yang signifikan (Hastings, 2005). Motivasi dan kemampuan dalam membuat pilihan makanan yang lebih baik adalah kebutuhan mutlak dalam pengelolaan kondisi diabetes yang tepat.

Keadaan emosional yang berat yang menyertai diabetes membuat penderita diabetes sulit melakukan seperti apa yang diperintahkan oleh dokter. Karena stres dan emosional yang menyakitkan sering dikaitkan dengan penyakit ini. Selanjutnya mereka lalu sering melakukan apa pun yang membuat mereka merasa lebih baik dengan segera. Dampaknya adalah mengkonsumsi terlalu banyak jenis makanan dan pengobatan tradisional yang tidak baik untuk penyandang diabetes. Penelitian menyarankan bahwa imagery mampu mengubah parameter imun spesifik, respons hormonal, dan migrasi sel imun.

Instrumen penilaian imagery telah digunakan untuk menilai dampak terapi untuk kanker, nyeri tulang belakang, dan diabetes, dan telah terbukti sangat akurat sebagai prediktor hasil terapi. Hasil yang dipublikasikan dari penelitian tentang mental imagery hampir secara seragam menyatakan positif menunjukkan banyak manfaat, termasuk secara signifikan mengurangi rasa sakit dan kecemasan, lama rawat di rumah sakit, penggunaan obat nyeri, dan efek samping pengobatan yang diberikan (Freeman & Lewis, 2001, hal. 265).

Hipnoterapis dapat memanfaatkan seluruh rangkaian imagery dengan memasukkan kata-kata, pikiran, dan perasaan positif yang mewakili semua kontrol diabetes secara langsung sebagai sugesti yang kuat meski agak berbeda dengan teknik visualisasi sederhana.

Rasionalisasi yang ditawarkan untuk menghindari makan berlebihan sangat sering dilakukan. Namun, faktor penyebab yang sebenarnya dari makan berlebihan adalah permusuhan atau tidak mau berdamai atau tidak mau bersahabat dengan diabetes yang dideritanya, kecemasan, rasa bersalah, mengasihani diri sendiri, menghukum diri sendiri dan depresi. Ini biasanya ditemukan sebagai kombinasi dan sering ditekan di tingkat kesadaran (Kroger, 1963,174). Konsekuensi jangka panjang dari makan yang tidak terkendali dapat menghancurkan dan membahayakan.

Amputasi adalah hasil yang terlalu umum karena banyak yang merupakan hasil dari kebiasaan makan yang sembarangan dan tidak terkendali. Ini adalah peristiwa yang menghancurkan dan hanya salah satu dari banyak komplikasi mengerikan yang diakibatkan oleh pola makan yang tidak tepat.

“Dengan menggunakan hipnosis, penyandang diabetes dapat mengubah motivasi batinnya, mengurangi keinginan makan yang tidak sehat, dan mengubah kebiasaan makan yang buruk. Pada saat yang sama, mereka benar-benar meningkatkan keinginan mereka untuk makan makananyang lebih sehat, dan mengembangkan kebiasaan makan yang lebih baik (Hastings, 1999). (Bersambung)

Leave a Reply