Hipnosis dan Hipnoanalisis

Quantum of Mind Gallery 35

Oleh : Agus Eko H

Apa itu Hipnosis ?

Hipnosis adalah state spesial dari kesadaran dimana yang kemampuan tertentu manusia normal dipertinggi sementara orang lain memudar ke dalam latar belakang. Tahukah Anda sekitar 90 % dari populasi mempunyai kemampuan untuk masuk ke state hipnotik. Hipnosis dapat dikombinasi dengan beberapa jenis terapi : tipe terapi pendukung, modifikasi perilaku, terapi dinamis, dll. Jika dikombinasi dengan tipe terapi dinamis, seperti metode psikoanalitik ini dinamakan hipnoterapi dinamis atau hipnoanalisis; jika dikombinasi dengan terapi lain ini disebut hipnoterapi.

Hipnosis sendiri tidak disebut terapi meskipun relaksasi yang terjadi di sini dapat memberikan satu keuntungan tersendiri. Hipnosis sebagai satu state perubahan dari kesadaran satu menuju kesadaran berikutnya.

Hipnosis dan Perhatian (konsentrasi)

Hipnosis adalah kemampuan menggunakan perhatian untuk mempengaruhi fenomena karakteristik dari pengalaman dan perilaku hipnotik. Dalam praktek Clinical Hypnosis perhatian memainkan peran penting dalam induksi, deepening dan pemanfaatan dari hipnosis.

Beberapa alasan percaya bahwa fokus dengan sangat baik dapat meningkatkan efisiensi dari informasi perceptual yang diikuti sebagai contoh subyek dengan sugeatibilitas yang tinggi akan memperlihatkan kecepatan proses informasi yang lebih daripada yang tidak sugestif (Ingram, Saccuzzo, McNeil & McDonald, 1979).

Subyek yang terhipnosis terlihat mempunyai kemudahan waktu dalam memutuskan gangguan yang disebabkan oleh rangsangan keduanya baik dari luar atau dari dalam; dan sedikit diganggu oleh intrusi internal (pemikiran atau mimpi) ketika konsentrasi (Van Nuys, 1976). Hipnosis melibatkan kemampuan untuk memutuskan gangguan meskipun subyek tidak sadar sepenuhnya bagaimana mereka melakukan ini. (As, 1962a).

Ada 2 tipe kemampuan perhatian (attention) yang terekam selama hipnosis (Fromm el at al., 1981; Krippner & Bindler, 1974). Perlu diperhatikan yang pertama adalah, bahwa dalam meningkatkan selektif fokus attention biasanya melibatkan konsentrasi yang lain dengan cara mempertimbangkan pengganggu.

Kedua (Attention skill) yaitu untuk meningkatkan attention expansiveness yang berhubungan dengan penyerapan isi dari aliran pikiran sadar. Ini berfungsi untuk mendapat akses ke pengalaman internal untuk digambarkan, diingat dan dirasakan (Bowers & Bowers, 1972; Fromm, 1977; Fromm et al., 1981) .

Selektif attention berguna dalam teori strategi yang diperlukan untuk memecahkan masalah dan mengubah simpton dan perilaku yang muncul selama hipnosis.

Fokus dan pemahaman seorang hipnoterapis sangatlah penting dalam praktek hipnosis karena memegang peranan dalam mengubah keduanya yaitu isi dan struktur dan pengalaman yang ada di bawah sadar seorang klien.

Hipnosis dan Relaksasi

Hipnosis biasanya dihubungkan dengan relaksasi. Kebanyakan induksi hipnotik sederhana, sugesti langsung (direct suggestion) untuk relaksasi contoh: Anda menjadi semakin relaks. Beberapa sugesti hipnotik menggunakan protokol yang rinci untuk mendapatkan suatu kondisi profound dalam relaksasi yang dalam.

Yang paling umum adalah sugesti yang secara berurutan dan relaksasi kelompok otot utama dari tubuh (Jacobson, 1938) . Sugesti yang lain yakni sugesti dengan membayangkan gelombang relaksasi ke seluruh tubuh, membawa relaksasi ke tiap bagian dan mendorong keluar ketegangan. Selama induksi, orang tersebut dapat melaporkan beberapa pergeseran dalam kesadaran fisik seperti tubuh sedang mengatasinya sendiri.

Pemilihan induksi yang tepat menentukan hasil terapi yang dilakukan. Jika seorang hipnoterapis belum mampu memahami induksi yang dipakai maka proses berikutnya akan mengalami kendala. (Agus EH, 2010).

Sugesti untuk mempertahankan suatu kondisi istirahat, tenang dari pikiran selama diinduksi dan deepening sering menyertai sugesti untuk membuat tubuh relaksasi lebih dalam. Aliran kesadaran tidak lagi berubah dengan sendirinya sebagai suatu perubahan konstan dan proses yang membingungkan (James, 1961) tapi terbentang dimana perbedaan pikiran, gambar, sensasi tubuh, ingatan dan perasaan terlihat sebagai suatu jalur yang dapat dikenal secara jelas.

Perasaan subyektif dari relaksasi yang dalam tidak selalu berarti relaksasi fisiologis (Shor, 1979). Hipnosis tidak selalu menghasilkan efek fisiologis (Benson, 1975) yang disebut dengan respon relaksasi. Relaksasi fisiologis menyebabkan penurunan dalam tonus otot, laju pernapasan akan melambat, peningkatan dalam resistensi kulit, peningkatan sinkronisasi gelombang otak dan menyatu dan berbagai perubahan pada pembuluh darah jantung dan pencernaan.

Perubahan sedikit dari kata dalam sugesti hipnotik dapat memperngaruhi variabel fisiologis. Kata atau frasa seperti relaks, mengantuk, fokus pada napas, fokus perhatian anda, mempunyai hubungan fisiologis yang unik. Inilah keunikan bawah sadar, bisa dibayangkan saat seorang hipnoterapis tidak memahami permasalah klien dan salah dalam semantik kalimat akan sangat membahayakan dan merugikan klien.

Kompetensi seorang hipnoterapis wajib dimiliki, kompetensi tidak hanya terbatas legal formal saja, melainkan pemahaman teori dengan benar, pemahaman permasalahan klien harus tepat dan memiliki protokol klinis yang tepat, serta pengawasan yang ketat dari lembaga yang memberikan serrifikat. Karena banyak dilapangan orang dengan legal formal bagus namun tidak memiliki kemampuan dan pemahaman yang tepat saat melakukan tindakan terapi.

Hipnosis juga sering dihubungkan dengan perubahan dari kondisi waking. Berdasarkan sejarah, hipnosis telah dipandang sebagai kondisi yang berhubungan dengan tidur. Beberapa hipnotis mensugesti tidur atau mengantuk dalam induksi mereka. Orang yang terhipnosis, sering tapi tidak selalu secara spontan melaporkan perasaan mengantuk diikuti suatu induksi hipnotik. Hipnosis dapat relaks atau terbangun tergantung pada kata-kata dari induksi hipnotik dan harapan dari subyek.

Mengubah Pengamatan Selama Trance

Pada kondisi normal waking state, kita secara aktif menjaga suatu orientasi nyata di sekeliling kita. Sebenarnya orientasi nyata kita tidak sadar sepenuhnya contoh seorang mengendarai mobil pada dua jalur, dan saat ini kita sadar pada garis putus dan tidak putus. Pada suatu waktu, pengemudi ini bisa secara total tidak sadar bahkan jika ia sudah berada di luar jalur. Mengapa ? Karena dia mempunyai sebuah referensi kerangka acuan yang baik bagi dia untuk jalan itu. Kerangka ini yang dinamakan “Generalized Reality Orientation” (GRO).

Subyek hipnotik yang baik dapat melepaskan GRO mereka. Selama trance, satu persepsi nyata yang diubah. Mereka yang terhipnosis biasanya kurang kesadaran atau kemampuan reaksi pada lingkungan sekitar. Mereka cenderung kurang perhatian terhadap rincian gambar atau suara dari luar (Graham & Evan, 1977). Pada deep trance, kebanyak subyek lupa dengan sekitarnya, Mereka, sebagai gantinya, diasyikkan dengan atau diserap dalam imajinasi mereka sendiri dan dalam keadaan diberi sugesti. Imajinasi dan pemberian sugesti menjadi suatu kenyataan untuk mereka pada kondisi trance.

Mekanisme saat masuk dinegatif halusinasi yang sedang bekerja juga melibatkan sutau penghambatan. Contoh suatu negatif halusinasi adalah hypnotic deafness (ketulian). Hypnotic deafness berbeda dengan organic deafness : subyek yang mengalami hypnotic deafnessorganic deafness tidak (Malmo, Boat & Raginsky, 1954a).

Hypnoptic deafness terlihat melibatkan suatu penghambatan dari pengalaman secara sadar dari suara itu ketika secara sadar atau tidak sadar sensor informasi ini masih ada. Contoh lain hypnotic analgesia. bereaksi terhadap nada tinggi dengan meningkatkan potensi otot sedangkan tubuh tetap tidak merasakan apapun juga.

Organisasi dari pengalaman saat dalam kondisi trance : Distorsi waktu dan waktu sedikit sekali

Pada kondisi trance, informasi akan diproses dengan cara yang berbeda dengan saat kondisi sadar. Sedikit informasi diproses per unit waktu daripada ko-ulang. Mereka yang terhipnosis memproses informasi dengan mengurangi dan menambahkan. (Bowers & Brenneman, 1979).

Mereka yang terhipnosis pada kondisi yang sangat dalam memproses informasi lebih cepat dibanding dengan mereka yang berada pada kondisi yang tidak dalam (Ingram et. al., 1979). Subyek yang terhipnosis memiliki akurasi waktu yang tidak baik dibanding dengan kondisi sadar.

Kadang mereka menetapkan waktu kurang dan kadang terlalu berlebihan dan mereka menetapkan waktu berdasarkan apa yang dikatakan hipnoterapis. Karena itu hipnoterapis yang melakukan terapi harus benar-benar memiliki kompetensi yang tinggi. Kompetensi tinggi bisa dicapai dengan kurikulum yang baik dan seleksi / tes yang benar-benar objektif. (AEH)

Leave a Reply