Kepercayaan dan Keyakinan Belum Tentu Benar

Quantum of Mind Gallery 4
Oleh : Agus Eko H

Sahabat semua, hari ini ada kabar duka bahwa salah seorang sahabat saya yang kebetulan jadi kepala rumah sakit swasta di Provinsi X, meninggal dunia setelah terpapar Covid-19.

Bulan Mei – Juni kami sangat sering berkomunikasi via telepun atau WA, kami juga hampir tiap minggu ketemuan. Banyak hal yang kami bicarakan tentang teknologi pikiran, neuroscience, secret code (rahasia kode nama & waktu lahir seseorang), supernatural, silva method, jessica method, ho’oponopono, blue energy, SBMS Method sampai dengan hal-hal yang sifatnya spiritual.

Hampir setiap pertemuan kami diskusi dengan menyertakan bukti-bukti yang kami miliki. Bahkan kami hampir tiap hari diskusi juga via telepun jika diskusi kami belum kelar saat pertemuan tatap muka.

Sampai pada saat ketemu dan kami membahas tentang yang namanya secret code. Waktu bahasan semakin panas, dimana saya memperlihatkan daftar nama orang-orang yang terkenal, dan melihat ending code sahabat saya ini terkejut. Sampai dia meminta saya untuk menghitungkan kode dia. Saat saya hitungkan semua, saya terkejut melihat hasilnya. Maaf hasilnya saya sensor ya ….

Saat itu saya beritahukan hasilnya ke sahabat saya ini. Dia mengatakan, “Ga papa Mas, tenang aja karena saya dilindungi langsung oleh (dia menyebut nama 4 orang wali). Itu ga mungkin terjadi pada saya.”

Mendengar itu saya meminta untuk dia melakukan SDI (Scanning Diagnostic Image). Ini alat untuk melihat frekuensi gelombang yang terpancar dan terhubung pada seseorang. Dengan alat itu kita bisa mengetahui banyak hal, yaitu tentang Body, Mind, Soul dan Supernatural secara presisi.

Nah, saat saya ukur dengan SDI saya tidak menemukan frekuensi supernatural. Yang saya temukan gelombang visual auditori halusinasi. Disini saya terkejut. Saya berusaha memberi pengertian dia, namun kepercayaan dan keyakinannya sudah sangat kuat atas hal itu.

Saya katakan saat itu, “Ya sudah kamu dengarkan SI-Tech ini tiap 3 hari sekali, dan minum air panas kasih garam / 3 hari.”

Dia malah mengatakan kepada saya seperti ini, “Mas dari hasil kode dan SDI saya, disebut saya ga bertahan lama, yaitu maksimal dengan frekuensi dan kerusakan kode itu maksimal bulan Juli 2021. Nah ini Para Eyang yang jaga saya bilang, bahwa itu tidak akan terjadi, dan saya percaya apa kata Para Eyang dan Tuhan,” kata dia saat itu.

Mendengar itu saya semakin galau, bingung mau ngasih taunya gimana. Sampai saya katakan kepada dia, “Misalkan kamu dapat serangan jantung mendadak, kamu dibawa ke RS atau ke Para Eyangmu dan Tuhan?”

Dia jawab, “Ya ga mungkin saya kena serangan jantung Mas, karena saya sudah dijamin.”

Mendengar ini saya tambah pusing. Kebetulah temen saya ini Katholik. Lalu saya berkata, “Ingat ga saat Iblis meminta Yesus untuk loncat dari bukit yang tinggi, saat itu Iblis berkata, “Coba kalau kamu anak Tuhan jatuhkan dirimu ke bawah bukit itu, maka malaikat Tuhan akan menyelamatkanmu.”
Mendengar itu Yesus berkata, “Jangan pernah kamu mencobain Tuhan Bapa di surga.”

Sahabat semua, Ilmu pengetahuan itu adalah salah satu ayat Tuhan. Kita tidak bisa memisahkan ilmu pengetahuan itu dengan Tuhan.

Ingat Ilmu tanpa iman sombong, iman tanpa ilmu bodoh.

Sahabat semua, meninggalnya sahabat ini membuat saya terpukul. Beberapa hari ini saya drop karena hal tersebut.

Kita ga bisa mengatakan bahwa dia meninggal karena kehendak Tuhan, tidak bisa. Kenapa tdk bisa? Karena dia meyakini dan mempercayai bahwa dengan dijaga Para Eyang dia selamat.

Tiga hari sebelumnya saya telepun dia buat ingatin agar kurangi aktivitas dan minum air garam panas. Tapi dia kekeh ga mau. Dan akhirnya kemarin saya dapat kabar dia meninggal dunia. Semoga beliau dapat tempat yang layak di sisi Tuhan yang Maha Esa. Amin.

Sahabat semua, cerita ini sengaja saya tulis untuk mengingatkan siapa saja yang mau diingatkan, bahwa kepercayaan dan keyakinan itu belum tentu benar. Yang benar adalah kenyataan.

Ingat dengan kita belajar ilmu pengetahuan, sebenarnya akan lebih menyadarkan diri bahwa Tuhan itu luar biasa. Bukan malah menjauhkan dari Tuhan.

Banyak kepercayaan dan keyakinan dalam diri kita yang tersimpan di PBS, yang tentu ada yang benar ada yang salah. Yang salah membuat kesengsaraan dan penderitaan, sedang yang benar akan membuat Anda sukses dan bahagia.

Koreksi kembali kepercayaan dan keyakinan dalam PBS Anda. Ojo ngeyel, nalar dipakai, hati dipakai, bukan dibesarkan salah satunya aja.

Monggo sebagai renungan bersama untuk mengevaluasi belief-belief yang mungkin masih kurang tepat di dalam diri kita semua.

Mohon doanya untuk Beliau agar dapat tempat yang baik di sisi Tuhan. Dan mohon doanya buat saya agar bisa menjalani kehidupan ini dengan tepat.

Terimakasih sahabat semua. Semoga bermanfaat tulisan ini. Salam hangat (AEH)

NOTE : yang parah sampai sudah pakai fentilator itu istri dan 3 orang anaknya. Dan yang menjalankan apa yang saya sarankan itu malah istri dan 3 anaknya. Dan anak istrinya sudah sehat saat ini.

Leave a Reply